Ilham dalam merancang bentuk huruf bisa datang dari mana saja; bisa dari arsip desain masa lalu, pengembangan dari karya yang sudah ada, sesuatu yang baru dan eksperimental, atau bahkan budaya leluhur yang diwariskan secara turun-temurun. Tampaknya Mulya Hari V., seorang perancang huruf, mengambil inspirasi dengan cara yang terakhir tadi.


Pada fontasinya yang bertajuk Lapiah Tigo, Mulya menyarikan bentuk ornamen khas Minangkabau menjadi bentuk-bentuk huruf yang indah. Lapiah Tigo (bahasa Indonesia: Jalin Tiga) adalah salah satu jenis pola hiasan khas Minangkabau yang terbentuk dari tumbuhan rambat dan bunga-bunga. Sesuai dengan namanya, Lapiah Tigo tersusun dari tiga jalinan garis yang dikepang atau disusun menjadi satu.


 Fontasi ini merupakan bentuk apresiasi dan pelestarian terhadap salah satu warisan leluhur Minangkabau. Dengan dirancangnya fontasi baru ini, Mulya berharap dapat memperkenalkan kembali pola hias Lapiah Tigo kepada khalayak, khususnya pemuda dan pemudi Minangkabau sendiri. Fontasi Lapiah Tigo ini tentu saja telah memperkaya khazanah fontasi-fontasi bertemakan budaya Nusantara yang patut kita semua hargai.

Setelah diuji coba oleh kami, fontasi Lapiah Tigo agaknya memiliki sedikit kekurangan, yakni sebagai berikut:
  • fungsi ligatur pada /fi/ tidak bekerja dengan sempurna. 
  • ketinggian-x tidak sama pada beberapa karakter huruf kecil seperti pada huruf /b/, /d/, dan /g/
  • ukuran desain Lapiah Tigo atau Jalinan Tiga-nya tidak selaras pada beberapa karakter huruf kecil seperti pada huruf /o/, /j/, dan /l/. Barangkali untuk mempercepat pengolahan rancangan, perancang sengaja mengambil bentuk huruf yang sudah ada pada set karakter huruf besar untuk disusun ulang di rancangan huruf kecil.

Meskipun demikian, Lapiah Tigo, dengan lengkungan-lengkungannya yang begitu menawan, telah berhasil memperluas cakrawala penjelajahan bentuk huruf Latin yang terilhami dari khazanah budaya bangsa. Fontasi yang berizin gratis dan terbuka ini dapat diunduh secara cuma-cuma di http://www.dafont.com/lapiah-tigo-typeface.font 

Tak banyak (atau bahkan tiada) fontasi lir-Ibrani gratisan yang beredar di Internet. Fontasi lir-Ibrani sesungguhnya adalah fontasi alfabet Latin yang memiliki ciri khas perwajahan aksara Ibrani, aksara orang Yahudi.

Pada suatu sudut Internet, saya menemukan ilham yang cukup menarik untuk dijadikan fontasi. Saya menemukan sebuah sampul buklet yang dikeluarkan oleh Nazi sebagai propaganda anti-Yahudi di negeri Belanda. Dari desain sampul itu, tertulis 'DE JODEN' yang memiliki rancangan yang unik, yakni tampak seperti huruf Ibrani.

Dari sanalah, timbul gagasan cerlang untuk melengkapi setiap anggota alfabet Latin, yakni A-Z dan angka, lantas kemudian untuk dijadikan fontasi berjudul 'Kanisah'. Kanisah dalam KBBI bermakna sinagoga, tempat beribadatan umat Yahudi.

Fontasi ini dapat diunduh secara cuma-cuma di:
http://www.fontspace.com/gunarta/kanisah

Wajah Yahudi di Huruf Latin

Terbitan

Senin, 29 Juni 2015

Banderol

,

Pagelaran pameran tugas akhir D3 Desain Grafis, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dipadati ratusan pengunjung pada Kamis malam 28 Mei 2015 di Balai Pemuda. Acara yang bertajuk Paradesia itu mengusung tema New World Order. Puluhan karyatama dari pelajar-pelajar kreatif ditampilkan gratis untuk umum, ditambah dengan bumbu-bumbu musik yang asyik.

Salah satu karya yang cukup menonjol dari sekian itu adalah Gresikonik. Karyatama yang lahir dari daya cipta Muhammad Riza Asshiddiqy ini sangatlah istimewa sebab telah berhasil memadukan unsur tipografi yang kuat ke dalam sebuah peta (wisata) kabupaten Gresik.

Gresikonik berisikan 26 huruf besar aksara Latin yang didesain dengan gaya minimalis namun tetap pancarona. Huruf-huruf besar tersebut ditaburi di sekujur tubuhnya dengan gambaran yang mewakili tempat atau bangunan ikonik tertentu di kabupaten Gresik, seperti situs Giri Kedaton, pabrik semen, Stadion Tridarma dan lain sebagainya. Gambar-gambar tersebut tidak sendiri saja, melainkan juga dilengkapi dengan keterangan ringkas plus lokasinya dalam peta kabupaten Gresik, Jawa Timur. Sebagai sebuah peta yang memperkenalkan kabupaten Gresik, karyatama ini telah berhasil menunjukkan proses daya cipta yang teramat cermat dan cemerlang kepada kita semua.


catatan:
gambar dinukil dari akun Instagram si desainer.

Gresikonik: Jelajah Ikon-Ikon Unik Kabupaten Gresik

Terbitan

Jumat, 05 Juni 2015

Banderol

,